Skip to main content

Posts

Syair: Kos2an

Sepi... Hanya suara murotal dan zikir yang terdengar terus menerus dari mesjid yang terletak tidak jauh dari kos2anku. Sunyi sekali. Kamar sebelah kananku sudah diam. Diam dimakan gelap. Tak tau kemana mereka. Toh, itu bukan urusanku. "Kos2an lu jauh banget sih," Kalimat seperti itu yang sering diucapkan teman2ku yang singgah disini. Tapi aku hanya diam dan tetap tersenyum. Karena aku percaya. Aku percaya bahwa jika kita mengeluh dan mengucapkannya, itu hanya akan memperburuk suasana. Mau makan untuk berbuka dan sahur, kamu harus jalan beberapa ratus meter untuk kesana. Bahkan toko swalayan kecil saja juga jauh dan harus menyebrangi jalan besar. Warung dengan kearifan lokal memang banyak. Ya, banyak pembeli yang mengumpat karena harganya selangit, mungkin sang empunya ingin cepat kaya. Entahlah... Ketika pagi tiba, sinar mentari merayap masuk ke sela2 kamarku. Setelah cukup puas tidur sehabis Subuh, aku keluar mencoba menghirup udara segar. Oh tidak,...

Budaya (di) Indonesia

Jadi, pas gue mau bayar belanjaan disalah satu toko swalayan dekat kampus. Gue melihat kejadian yang sangat menggelikan. Ada bapak2 dan juga mbak2 yang langsung menuju kasir dan mendahului kami yang sedang mengantre. Bapak2 dibelakang gue tiba-tiba juga langsung menuju kasir. Budaya yang sangat sederhana namun sulit sekali diterapkan di Indonesia. Sulit banget, meskipun gue duga kalo mbak2 yang mendahului itu merupakan salah satu mahasiswa di kampus gue juga. Yang notabenenya “calon guru” bagi generasi di masa depan. Menurut gue, apapun kegiatannya, berapapun usianya, apapun jabatannya, bagaimanapun situasinya (dengan pengecualian kalo situasinya antara hidup dan mati, mungkin elu boleh enggak ngantre) harus mengantri dengan tertib. Gue pernah baca cerita lucu daring. Jadi ada seorang pemuda yang lagi beli nasi goreng, lalu ada seorang Ibu datang menghampiri tempat penjual nasi goreng tersebut. Si Ibu tersebut memesan nasi goreng dengan dengan berkata, “Saya duluan ...

Random Talks

Hai, kembali lagi bersama gue. Ya, kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan gue. Tapi, buat yang baru kenal. Kalian bisa baca postingan autobiografi singkat gue di blog ini.  Gue memutuskan nulis blog (nge-blog) lagi setelah gue bikin pertanyaan iseng dan hasilnya cukup mengejutkan. Kira2 ada dua orang temen WhatsApp gue bilang gue harus nulis lagi. So, here i am and let's get started ! First of all , banyak banget kejadian yang terjadi. Mulai dari apa ya? Oh iya, gue masuk dan mempelajari organisasi di jurusan gue. Yang mana merupakan organisasi perdana gue. Rasanya? Hmm, campur aduk. Kaget, seru, dan mantap dah pokoknya. Intinya elu jadi tau banyak ilmu dan tau bagaimana cara alam semesta (kampus gue) bekerja. Pokoknya begitulah, wkwk. Gue juga bingung bercampur sedih, soalnya lama-kelamaan orang yang baca blog gue semakin menurun. Gue juga bingung apa sebabnya? Mungkin kalo kalian tau sebabnya, tolong komen ya! Jadi setelah gue menonton video National Ge...

Aku, KTP dan Pak RW

Liburan telah usai, banyak yang telah terjadi. Dari mulai KTP gue yang baru jadi dan dianterin sama bapak ketua rukun warga yang baik hati dan tidak sombong sampe kuku kaki gue yang 'menganga' di akhir liburan. Gara2 hal ini, gue kuliah menggunakan sendal jepit hitam.  Yang mana mengundang netizen yang maha benar (baca: teman2 gue) nanya kaya gini. "Kok elu pake sendal sih, Ram?" "Kaki lu kenapa, cantengan  ya?" "Kok elu ganteng?" Oke, pertanyaan yang terakhir itu halu. Hampir semua temen gue dengan pertanyaan serupa dan berbagai macam pertanyaan lainnya. Jadi kalo dikampus *pip* elu ngeliat cowok dengan tampang bego dan menggunakan sendal jepit. Itu gue! Dan  please , gausah teriak histeris. Gue kaga ngapa2in lu. Soalnya gue trauma ada yang teriakin gue pas di daerah sekitar rumah. Gue sedang dibonceng oleh temen gue yang merangkap sebagai babu. Ditemani semilir angin yang menambah kenikmatan malam yang syahdu, tiba2 pas dijalan...

it's going on

Gue bingung antara mau ngelanjutin cerita kehidupan gue atau enggak. Soalnya gue udah tau lama tapi baru inget, kalo kita terlalu 'terbuka' di sosial media, bisa jadi informasi tersebut digunakan untuk hal2 yang kurang baik. Gue gatau ini bener atau cuma pikiran negatif gue doang. Tapi serius, gue bingung. Mungkin kalo gue ceritain masa2 SMP sama SMA gue gapapa kali ya? Soalnya itu udah terjadi ini. So, enjoy it ! Gambar hanya sebagai pemanis. Jadi pas abis UN selesai, gue gabut. Dirumah doang menunggu pengumuman hasil nilai UN. Mau sekolah, mager. Dirumah, juga gabut. Serba salah dah pokoknya. Mau makan, inget nilai UN, mau mandi inget nilai UN, dan mau2 yang lainnya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Dan diadakan acara perpisahan yang sederhana. Murid beserta wali murid duduk bersama, jadi SD gue enggak ada aula/tempat yang cukup besar. Jadi dua kelas itu dipisahkan oleh kaya semacam pintu lipet, terus pas rapat itu dibuka. Gue lupa rundown  acaran...